Meraih Kebebesan

 Meraih Kebebesan Anda Kembali (Bebas Hutang)

1. Kenapa ingin bebas hutang?

Jawaban pertanyaan ini bisa jadi sangat personal. Bukan sekadar

“agar bebas finansial” atau “agar tidak ada lagi tanggungan.”

Jawaban pertanyaan pertama ini merupakan refleksi mendalam

tentang pengalaman buruk berhubungan dengan persoalan keuangan

di masa lalu, atau harapan dan rencana yang belum terlaksana akibat

utang.

Berikut refleksi Cita: Seumur hidupnya, gaji ibu saya habis untuk

membayar seluruh utang yang dibuat ayah saya. Kami tidak pernah

tahu apakah ia bergabung dalam organisasi tertentu. Namun uang

yang ia bawa tidak pernah sampai ke rumah kami. Ayah saya sudah

terkenal di perumahan kami sebagai tukang ngutang. Bahkan ia

pernah mendatangi beberapa teman saya untuk meminjam uang. Saya

sendiri beberapa kali merasakan gertakan debt collector yang

menagih utang ke rumah kami.

Hingga kini kami masih membayar sisa utang ayah saya. Namun

saya bertekad tak akan mewariskan utang ini pada anak saya.

Nah, sekarang giliran Anda.

Saya ingin bebas utang karena..........................................................

...............................................................................................................

...............................................................................................................

2. Sadar dan Terima

Banyak orang yang hidup dalam ilusi, seakan-akan jika mereka tidak

membicarakan, tidak menghitung, dan tidak memikirkannya, utang

itu rasanya menjadi tidak nyata. Padahal dipikirkan atau tidak, utang

itu nyata adanya.

Oleh karena itu, sebelum memikirkan langkah awal untuk melunasi

utang, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah sadar. Sadar

bahwa Anda sedang berada di posisi keuangan yang sebenarnya tidak

kita harapkan. Kesadaran ini kemudian akan membawa kita menuju

pada penerimaan.

Orang lain mungkin tampak tak punya apa-apa tapi mereka juga tak

punya utang. Sementara Anda dari luar tampak baik-baik saja dan tak

kurang apapun, tapi sebenarnya keuangan Anda berada pada posisi

minus.

Menerima kenyataan bisa jadi adalah hal yang sangat sulit. Terutama

jika Anda terbiasa hidup serba ada. Namun, hanya dengan menerima,

Anda baru bisa melangkah untuk menyusun rencana.


3. Ketahui Posisi Keuangan Anda


Anda tidak akan pernah tahu bagaimana mencapai tujuan jika Anda

tidak tahu di posisi mana keuangan Anda berada. Nah, untuk tahu

posisi keuangan Anda, langkah selanjutnya adalah mendata semua

utang Anda.

Mendata utang tentu saja bukan hal yang menyenangkan. Namun,

Anda tidak bisa membereskan sesuatu jika Anda tidak mengkalkulasi

“kerusakan” yang terjadi. Seperti memulai program diet, Anda harus

menimbang berat badan Anda lebih dulu untuk tahu berapa kilogram

berat yang ditargetkan untuk dikurangi.

Jumlah totalnya mungkin akan membuat Anda terkejut dan frustasi,

awalnya. Namun, Anda dapat bangga karena sanggup jujur pada diri

sendiri dan menerima kenyataan yang harus Anda bereskan.

Data utang Anda dan semua utang yang dimiliki anggota keluarga

Anda yang harus Anda bayar.


Dengan demikian, Anda dapat menulis: Utang yang saya miliki per

tanggal....bulan...tahun.... adalah sebesar..............

4. Mendata Utang Kartu Kredit

Jika Anda memiliki utang kartu kredit, data juga kartu kredit yang

Anda miliki dan juga seluruh anggota keluarga yang menjadi

tanggungan Anda.

5. Kapan Bebas dari Utang?

Total utang dibagi nominal kesanggupan per bulan akan

menghasilkan durasi pelunasan atau lamanya waktu Anda dapat

melunasi utang itu.

Artinya, jika berkomitmen penuh, Anda dapat melunasi utang usaha

Anda dalam waktu 10 bulan.


Demikian

Semoga bermanafat :)

Komentar